yo belanja

Minggu, 08 Maret 2020

Mau Apa?

Kamu mau apa?
Mau menulis?
Menulislah!
Mau bicara?
Bicaralah!

Kamu mau apa?
Pergi?
Langkahkan kakimu!
Lari?
Berlarilah cepat-cepat!

Kadang kita dihadapkan dengan beberapa keadaan.
Apa yang kamu mau maka lakukanlah semaumu.
Hanya saja kamu harus ingat!
Bahwa seluruhnya ada batasan.
Batasan yang tak boleh kamu lewati.
Jangan kelewat batas!
Itu bahaya buat hidupmu.

Aku yang selama ini mengiringmu.
Mengikuti rasa dalam jiwamu.
Kita satu tubuh.
Kita sering berlawan arus.
Kamu dan aku adalah pertarungan.
Kamu tidak boleh jadi pemenang disini.
Akulah pemenangnya.
Aku pemenang.
Aku pemenang.

Kamis, 05 Maret 2020

Renung

Jiwamu bukan yang ini
Jiwamu adalah dia yang tertinggalkan
Waktu dan kenyataan
Kamu harus jujur melihat
Jujurlah memandang

Hari itu adalah harimu
Jiwamu yang bersih
Jiwamu yang sesungguhnya
Meski kamu bermimpi selamanya

Hari ini adalah harimu
Jiwamu harus kau cari
Jiwa yang tulus
Jiwa yang belum terkontraminasi

Nafsumu, mimpimu
Sudah lewat, belum berakhir?
Kamu masih merindukannya
Kamu masih menginginkannya
Sabarlah!

Tuhan, Dia Yang Maha Tahu
Kini dan nanti kamu belum tahu
Sedih, pedih, rasa
Rasa dan coba sadarlah

Sabtu, 29 Februari 2020

RUMASA

Haleuang dangiang rasa
Minuhan alam mawa béja
Béja sangkan jadi panggeuing wanci
Aya wanci urang sadrah séba

Wanci nu dititipkeun
Malar jadi pametik hasil
Hasil urang naon
Salila hirup di dunya

Haleuang sok teu dipaliré
Haleuang lain saukur kabiasaan
Yén éta mangsana datang
Naha arantep teuing?

Ceuli ngadéngé
Ngan déngé teu ngadéngékeun
Ngan saukur didéngé
Hanteu kalawan dipaliré

Cag tunda rasa
Tunda pakakas
Tunda sagala rupa
Urang datang nyumponan haleuang

Rabu, 30 Oktober 2019

Musibah? (Sugan Jadi Pembersih Dosa)

Saat kita tertimpa musibah, rasanya manusiawi kalau kita merasa kecewa, sakit hati, atau bahkan benci pada takdirNya, na'udzubillâh. Sebetulnya kita tidak boleh kecewa sedikitpun. Harusnya ya sabar saja. Karena setiap yang terjadi pada manusia sudah ada jadwalnya sejak zaman azali.

Coba kita flashback ke belakang. Kita putar balikan keadaan yang sebenarnya, coba sok sadari. Boa!, rasa ketidakenakan hati kita bandingkeun dengan dosa-dosa kita! 

Cukup dipahami sampai disini. Astaghfirullôhal'adzîm.

Jumat, 06 Oktober 2017

ANAK ADALAH TITIPAN ALLÔH

Pemilik mutlaq setiap makhluk adalah Allôh. Kita sebagai orang tua hanya dititipi amanah. Allôh mentakdirkan anak lahir dr istri kita, dan kita sebagai bapaknya. Itu cuma nasab saja, kita tidak  banyak andil. Anak bisa jd ladang amal, dan kita kelak juga akan jd ladang amal bagi anak-anak kita.
Kewajiban kita menafkahi, rejekinya mah Allôh Yang Ngatur, Yang Ngasih, cuma Allôh.
Kewajiban kita mendidik, Allôh Yang Akan menjadikan anak kita sesuai ketentuanNya.

Kita tidak bisa berbuat lebih dari itu.

Selasa, 03 Oktober 2017

Teko

Pandai-pandailah memilih teman, lihat cara ia berkata, lihat cara dia bertingkah, jika kata-kata dan perilakunya baik, semoga hatinyapun baik. Ironis memang, tdk semua yg kelihatan baik itu benar-benar baik.
Teko, kalau diisi air putih, yg keluar pasti air putih; kalau kopi, ya kopi; sirup, ya sirup pula yg tertuang. Itu filosofi teko yg pernah diutarakan oleh seorang ulama. Sayang, manusia bukan teko. Namun teko itulah yg mesti ditiru. Jadilah teko, saudaraku!

Ironi

Panggilan itu lima kali sehari, sudah tak begitu dihiraukan.
Banyak sibuk mencari dunia, hingga lupa akan tugas utamanya.
Padahal jika kita pahami dan yakini, janjiNya pd setiap yg bertaqwa bahwa Ia Yang Maha Kuasa akan menjamin kehidupannya.
Mesjid-mesjid masih luas, walau ukurannya sempit.
Sungguh ini sangat menyedihkan.
Bagaimana ini bisa terjadi? Fenomena apa ini?
Mungkinkah iman dihati sudah lemah?
Ironi islami dilingkungan muslimin.